Senin, 30 Agustus 2010

Hukum Mengeluarkan Zakat Fitrah dengan Uang :


1.. Hasan Al-Basri, diriwayatkan darinya bahwa dia berkata, " Tidak mengapa memberikan uang-uang dirham di dalam zakat fitrah. ( Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, vol. III, hal.174 )
2.. Abu Ishaq AS-Subai'i, ( Penghafal hadis, Syaikh Kufah, Tokok Tabi'in terkemuka ) meriwayatkan dari Zuhair bahwa dia berkata, aku mendengar Abu Ishaq berkata, " Aku berjumpa dengan mereka dan mereka memberikan uang uang dirham pada zakat fitrah dengan senilai makanan.
3.. Umar bin Abdul Aziz meriwayatkan dari Waki' dari Qurrah bahwa dia berkata, " Sampai kepada kami surat dari Umar bin Abdul Aziz tentang zakat fitrah, " Satu sha / 2.7 liter atas setiap orang atau nilainya setengah dirham". ( Abdurrazzaq, Mushannaf Abdurrazzaq, vol. II, hal. 316 ).
4.. Ini juga pendapat Sufyan Ats-Tsauri, Abu Hanifah dan Abu Yusuf.
5.. Pendapat ulama Mahzab Hanafi.
6.. Pendapat sekelompok ulama Mahzab Maliki, seperti : Ibnu Habib, Ashbag, Ibnu Abi Hazim, Ibnu Dinar ( Ahli fiqih dan ibadah ) dan Ibnu Wahab ( Ahli hadis )


Pendapat sekelompok besar imam, kalangan tabi'in dan para ahli fiqih umat ini yang berpendapat boleh mengeluarkan nilai harga zakat fitrah dalam bentuk uang, padahal ketika itu system barter masih berlaku.

Menurut Syek Ali Jum'ah ( Mufti Mesir ) mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk uang lebih utama, karena memberikan kemudahan bagi orang fakir untuk membeli apa saja yang ia inginkan pada hari raya.

Sebab kadang-kadang dia tidak membutuhkan beras, tetapi lebih membutuhkan pakaian-pakaian, daging, atau selain itu.

Prinsip dasar yang menjadi alasan disyariatkannya zakat fitrah adalah kemaslahatan orang fakir dan mencukupkan kebutuhannya pada hari raya.

Selasa, 24 Agustus 2010

JAKBAR; TIGA PENYALURAN SEKALIGUS


25-Agustus-2010

JAKARTA. Rumah Zakat Jakarta Barat melakukan tiga penyaluran paket Ramadhan sekaligus di hari yang sama, Selasa (24/8). Sebanyak 300 paket Berbagi Buka Puasa dan 20 paket Syiar Qur’an diserahkan oleh Pras Purworo selaku Member Relationship Officer.

Paket Ramadhan tersebut disalurkan kepada masyarakat kurang mampu dan buta huruf al-Qur'an di sekitar mesjid tertua di Kebon Jeruk yaitu Mesjid Assurur yang berdiri sejak tahun 1838. Penyaluran yang beralamat di Jl. Raya Kebon Jeruk No. 29 RT 09/RW 01 ini disambut dengan antusiasme warga. “Alhamdulillah, saya akan mempergunakannya untuk belajar membaca Al-Qur’an,” ujar Nuni, salah satu penerima manfaat paket Syiar Qur’an.

Di lain tempat, Suheri, Member Relationship Officer Rumah Zakat Jakarta Barat pun menyalurkan 20 paket Bingkisan Keluarga Jompo dan Pra Sejahtera yang berlokasi di Jl.Muara 1 RT 01/RW 03, Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa. "Alhamdulillah, saya senang sekali mendapat bingkisan jompo ini, terimakasih kepada Rumah Zakat dan para donatur, sukses untuk Rumah Zakat," ucap Jaka (80).

Hingga Senin (23/8), Rumah Zakat berhasil menyalurkan 29.611 paket Berbagi Buka Puasa, 1.140 paket Bingkisan Keluarga Jompo dan Pra Sejahtera serta 718 paket Syiar Qur’an yang di sebar ke beberapa titik. ***

http://www.rumahzakat.org/detail.php?id=7110&kd=B

Senin, 23 Agustus 2010

Bahaya Es Teh Bagi Ginjal


VIVAnews - Siapa tak suka minum es teh? Rasanya yang manis menyegarkan, berpadu dengan harga murah membuat es teh menjadi minuman favorit di segala suasana, termasuk saat berbuka puasa.

Popularitas es teh terbukti dengan kehadirannya di hampir semua tempat makan, mulai dari kelas warung hingga restoran mahal. Mungkin banyak yang setuju dengan jargon es teh kemasan, "Apapun makanannya, minumnya tetap es teh."

Tapi tahukah Anda, di balik kenikmatannya, es teh menyimpan potensi merugikan bagi kesehatan. Penelitian Loyola University Chicago Stritch School of Medicine mengungkap bahwa konsumsi es teh berlebih meningkatkan risiko menderita batu ginjal.

Seperti dikutip dari laman Times of India, es teh mengandung konsentrasi tinggi oksalat, salah satu bahan kimia kunci yang memicu pembentukan batu ginjal. "Bagi mereka yang memiliki kecenderungan sakit batu ginjal, es teh jelas menjadi minuman terburuk," kata Dr John Milner, asisten profesor Departemen Urologi, yang tergabung dalam penelitian.

Milner mengatakan, teh panas sebenarnya juga menyimpan efek buruk yang sama. Hanya, takaran penyajian teh panas biasanya lebih kecil. Logikanya, orang meminum teh panas tak akan sebanyak minum es teh. Jarang orang yang mengonsumsi teh panas saat haus. Berbeda dengan es teh, di mana banyak orang sanggup meminumnya lebih dari segelas saat haus dan udara panas.

Pria, wanita posmenopause dengan tingkat estrogen rendah, dan wanita yang pernah menjalani operasi pengangkatan indung telur paling rentan terpapar dampak buruk es teh. Oleh karenanya, Milner menyarankan, mengganti konsumsi minuman itu dengan air putih, atau mencampurnya dengan lemon. "Lemon kaya kandungan citrates, yang dapat menghambat pertumbuhan batu ginjal," kata Milner.

Batu ginjal adalah kristal kecil yang terbentuk dari mineral dan garam yang biasanya ditemukan dalam air seni, ginjal atau saluran kemih. Mineral tak terpakai itu umumnya bisa keluar dari tubuh bersama urin, tapi dalam kondisi tertentu bisa mengendap dan membatu di dalam saluran kemih.

Peneliti juga mengungkap sejumlah makanan lain yang berpotensi menyimpan efek buruk. Mereka menyebut antara lain: bayam, cokelat, kacang-kacangan, garam, dan daging.

Sebaiknya, konsumsi es teh dan makanan-makanan itu secara moderat demi kesehatan ginjal. Padukan pula dengan makanan tinggi kalsium yang dapat mereduksi oksalat. Dan, tentu saja perbanyak minum air putih.

Mengapa Jangan Minum Teh Saat Sahur


VIVAnews - Bukan hanya pilihan makanan yang perlu diperhatikan saat sahur, tetapi juga minuman. Pakar kesehatan asal Swiss, Dr U Barsilus, memeringatkan agar mengurangi asupan teh saat sahur.

Seperti dikutip dari laman Arab News, ia mengatakan bahwa teh bersifat diurektika, sehingga akan membuat orang lebih sering buang air kecil. "Ini tidak menguntungkan karena garam dan mineral yang dibutuhkan tubuh saat puasa ikut terbuang, padahal selama puasa tak ada cairan yang masuk," ujarnya.

Tapi, bukan berarti ia melarang konsumsi teh hangat saat puasa. Hanya, jangan terlalu banyak. Kepekatan teh juga hendaknya diperhatikan. Lebih baik perbanyak konsumsi air putih demi kondisi prima selama Ramadan.

Selain teh, ia juga menyarankan mereka yang berpuasa untuk menghindari makanan berlemak, gorengan, serta makanan mengandung terlalu banyak gula. Porsi makan saat sahur juga menjadi perhatiannya. "Terlalu banyak makan saat sahur sebaiknya dihindari," katanya.

Ia menyarankan konsumsi karbohidrat kompleks saat sahur. Karbohidrat kompleks sangat membantu menjaga kebutuhan energi selama puasa, karena sifatnya lebih lambat dipecah menjadi gula darah. Menu karbohidrat ideal sahur antara lain nasi merah, oatmeal, roti gandum, ubi, jagung, atau singkong.

Selama periode berbuka menuju sahur, perbanyak minum air putih dan jus buah. Dan, jangan lupakan sayur dan buah untuk memaksimalkan proses detoksifikasi. Sebab, puasa justru memberi kesempatan tubuh mengeluarkan racun melalui aliran darah, pori dan organ pembuangan lain.

menu RUMAH ZAKAT SOLO SUKSESKAN PENYALURAN PROGRAM RAMADHAN


23-Agustus-2010 SOLO. Sebanyak 80 paket Berbagi Buka Puasa (BPP) dan 5 paket program Syiar Qur’an, Jumat (20/8). Pada penyaluran kali ini, Rumah Zakat Solo mendatangi Kampung Sewu, Jebres, Surakarta. Penyaluran dipusatkan bagi jama’ah Musholla Al Ikhwan serta member Rumah Zakat di wilayah tersebut.

Devi Nurlita Wijayanti, PIC penyaluran mengungkapkan bahwa penyaluran kali ini merupakan penyaluran kelima dari program Ramadhan Rumah Zakat Solo. “Sejauh ini, kita sudah salurkan 340 paket BBP, 20 Paket Bingkisan Jompo dan Pra Sejahtera, 20 paket Syiar Qur’an bagi masyarakat Solo,” ujarnya.

“Alhamdulillah. ini merupakan kali kedua Rumah Zakat mengadakan buka puasa di Musholla Al-Ikhwan ini, semoga semakin dirasakan manfaatnya oleh warga Kampung Sewu”, ungkap Soleh, salah seorang penerima manfaat. “Terimakasih Rumah Zakat, insya Allah al-Qur’an yang saya terima ini akan saya baca tiap hari,” sambung Iryanto.

Hingga 12 Ramadhan (22/8) Rumah Zakat berhasil menyalurkan 17.966 paket Berbagi Buka Puasa, 1.059 paket Bingkisan Jompo dan Pra Sejahtera, 2.242 paket Kado Lebaran Yatim serta533 paket Syiar Quran yang disebar di beberapa titik penyaluran.***

http://www.rumahzakat.org/detail.php?id=7097&kd=B

Jumat, 20 Agustus 2010

20 MESJID JADI SASARAN PROGRAM SYIAR QURAN


PADANG. Penyaluran perdana program Syiar Quran di kota Padang dilaksanakan Kamis (19/8). Bertempat di Masjid Darul Hujaj, Kel. Parupuk Tabing, Kec. Koto Tangah, Kota Padang, Syahrul Mubaraq selaku Branch Manager Rumah Zakat Padang menyerahkan secara simbolis 2 paket Syiar kepada Pun Ardi, salah satu tokoh masyarakat.

Penyaluran dimulai dilaksanakan pada pukul 18:15 WIB, dan Kelurahan Parupuk Tabing ini merupakan wilayah binaan terpadu member Rumah Zakat yang juga termasuk daerah minus serta rawan aqidah. Sebanyak 20 masjid akan menjadi sasaran program Syiar Quran ini.

Menurut Firmansyah, ICD Head Rumah Zakat Cabang Padang, dalam kegiatan ini juga diadakan Berbagi Buka Puasa (BBP) dengan total peserta 150 orang yang terdiri dari anak yatim, warga kurang mampu, donatur serta jamaah mesjid.Pembagian BBP ini memenuhi sepertiga dari total hampir 5000 paket BBP yang didistribusikan ke Padang, Pariaman, Mentawai, Solok bahkan daerah lainnya di Sumatera Barat selama Ramadhan 1431 H ini.

Masih banyak kegiatan selama Ramadhan 1431 H ini, antara lain 360 Kado Lebaran Yatim dan 1000 Bingkisan Keluarga Jompo dan Pra Sejahtera yang akan ditebar sepanjang Ramadhan 1431 H di kota Padang dan beberapa wilayah di Sumbar, ungkap Syahrul.***

http://www.rumahzakat.org/detail.php?id=7083&kd=B

Kamis, 19 Agustus 2010

SimFoni Senyum Indonesia



Kenapa Semua Terjadi !!!!!


Dalam kehidupannya, para manusia akan ada yang berkata kenapa begini?, kenapa begitu?, kenapa seperti ini?, kenapa seperti itu?

Keluh kesah....

Itulah kiranya menggambarkan kalimat-kalimat yang biasa disunggingkan oleh para manusia yang kurang bersyukur atas limpahan nikmat yang Alloh berikan kepada kita, Tiada untaian yang keluar dari mulutnya melainkan kata-kata keluh penggerus amal kebaikan kita.

" Yaa Alloh, kenapa saya ditimpa kemalangan seperti ini"

atau

"Yaa Alloh kenapa Engkau memberikan musibah ini".

Naudzubillahi min dzalik.

Mungkinkah mereka lupa bahwa kita terbuat dari air yang hina, lupakah mereka berapa nikmat hidup yang Alloh berikan kepada mereka. Nikmat Usia, nikmat bernafas, nikmat berjalan dan lain-lain. Adakah untaian kata yang harus menjadi perenungan bagi kita, ataukah merupakan bagian dari barisan manusia yang kurang bersyuukur tersebut?

Jangan lah kita hanya terus mampu berkata kenapa tapi katakanlah dengan lantang dan jelas, "Apa yang saya bisa lakukan dengan apa yang Alloh berikan".

Yahya bin Muadz Berkata
"Aku merasa heran dengan orang yang bersedih karena kekurangan harta tetapi ia tidak bersedih dengan kekurangan umurnya"

Sesungguhnya apa yang kita butuhkan Alloh sudah lengkapi, apa yang belum kita pinta Alloh sudah penuhi, dan apapun yang kita inginkan Alloh sempurnakan dengan arah yang lebih baik.

Karenanya, Siapakah Anda Wahai saudaraku seorang kufur nikmat ataukah Ahli Syukur yang memahami bagaimana cara Alloh mencintai Antum.

KADO BERBUKA UNTUK YOGYAKARTA


YOGYAKARTA. Rumah Zakat terus mensukseskan program Ramadhannya, salah satunya melalui penyalurkan paket Berbagi Buka Puasa, Rabu (18/8). Sebanyak 150 BPP tersalurkan di Kel. Warungboto, tepatnya di masjid al-Jami’, Kec. Umbulharjo, Yogyakarta.

Para penerima manfaat begitu antusias mengikuti acara Berbagi Buka Puasa yang diselenggarakan oleh Rumah Zakat ini, dari mulai anak-anak hingga kakek-nenek turut meramaikan acara.

BPP ini disambut baik oleh berbagai pihak, baik dari pengurus mesjid maupun tokoh masyarakat dan warga setempat. “Rasanya senang sekali, dan saya terus terang sangat bersemangat untuk mengikuti acara ini, saya yakin acara ini akan lebih mendekatkan Rumah Zakat dengan masyarakat sini,” ujar Ponirah, salah satu penerima manfaat.***

Selasa, 17 Agustus 2010

TATI: ALHAMDULILLAH ANAK SAYA DAPAT BAJU UNTUK LEBARAN


BANDUNG. Senyum Ramadhan semakin terangkai di seluruh wilayah binaan Rumah Zakat. Kali ini Rumah Zakat Bandung menyalurkan 97 paket Berbagi Buka Puasa, 10 paket Kado Lebaran Yatim, dan 5 paket Bingkisan Keluarga Jompo dan Pra Sejahtera di Masjid Al-Azhar, Jl. Kopo RW. 7, Bojongloa Kaler, Bandung, bertepatan dengan HUT RI ke 65, Selasa (17/8).

Acara ini dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat dan ibu-ibu pengajian yang telah memadati masjid dari pukul 15.30 WIB. Sebelum dilakukan penyaluran, terlebih dahulu diawali dengan tausiyah dari Ustadz Muhaimin, salah satu tokoh masyarakat setempat. Ustadz Muhaimin menyampaikan bahwasanya warga harus banyak bersyukur dan berdoa agar nikmatnya semakin bertambah.

Pada saat pembagian paket Kado Lebaran Yatim, Lukman selaku panitia menyampaikan beberapa pesan, “Ingatlah jasa orang tua, bagi yang masih memiliki orang tua hendaklah berlaku baik pada mereka dan mendoakan mereka,” katanya. Beberapa ibu sempat meneteskan air mata saat penyerahan paket ini, salah satunya adalah Tati. Selaku ibu dari anak asuh penerima Kado Lebaran Yatim, ia pun mengungkapkan rasa syukurnya, “Alhamdulillah, anak saya bisa mendapatkan baju baru untuk lebaran dan tas untuk sekolah,” ujarnya. Demikian pula dengan Dewi, “Saya senang mendapatkan bantuan dari Rumah Zakat ini, anak saya bisa tetap sekolah dan saya juga sehari-hari mendapatkan ilmu membuat kue jadi bisa berjualan, dan belajar mengaji dari mentor Rumah Zakat, harapan saya semoga dengan bantuan ini kedepannya saya bisa membantu orang lain,” ujar ibu dua anak ini.

Pada waktu yang bersamaan disalurkan pula 297 paket Berbagi Buka Puasa, 10 Kado Lebaran Yatim, 10 Bingkisan Jompo dan Keluarga Pra Sejahtera, dan 2 paket Syiar Quran di Masjid An-Nur, Citepus, Padjadjaran, Bandung. Sampai pekan pertama ini Rumah Zakat cabang Bandung telah menyalurkan sebanyak 2037 paket Berbagi Buka Puasa, 210 Kado Lebaran Yatim, 210 Bingkisan Keluarga Jompo dan Pra Sejahtera dan 42 paket Syiar Quran.***

http://www.rumahzakat.org/detail.php?id=7070&kd=B

Agar Awet Muda


Oleh: Anas Ayahara

Prihatin pada keadaan "Merasa Tua", ada sbagian kecil Muslim/mah yang dulunya aktif dakwah, terjebak minder "merasa sudah tua". Lalu berkomentar

· "Yang muda sajalah yang menjadi panitia"

· "hafalannya jangan banyak-banyak, Kita kan sudah tua, susah"

Apalagi, bila sudah disibukkan oleh urusan anak dan rumah tangga, muncul banyak alasan yang membuat enggan berdakwah dan belajar.

Ilmuwan mengatakan, "Apakah kita tua atau muda, kita bisa terus belajar. Otak bisa berubah pada usia berapa saja dengan melatih pikiran kita."

Banyak Membaca

Ayat Pertama adalah Perintah Membaca

Dengan membaca dan berpikir, membuat akal menjadi berkembang dan pada akhirnya mengantarkan kita pada pengakuan dan berserah pada kebesaran Allah SWT

Tidak sama orang membaca/berilmu dan tidak berilmu

" ....Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang berakallah yang dapat menerima pelajaran." (az-Zumar [39] : 9)

Sabda Nabi"" ilmu itu mendahului perkataan dan perbuatan (Riwayat Bukhari)

Bahkan para Muslimah di zaman Nabi Muhammad SAW, sangat bersemangat dalam menuntut ilmu.

"Ya Rasulullah, kaum laki laki menekuni dan menyebarkan Hadis-Haditsmu.

Maka, berilah kami dari waktumu barang sehari untuk engkau dapat mengajarkan apa-apa yang telah Allah ajarkan kepadamu.

" Rasulullah menjawab: "Ya, berkumpulah kalian pada hari ini dan pada tempat ini."

Lalu Rasulullah datang dan mengajarkan pada mereka tentang apa yang di ajarkan Allah kepadanya."

(Riwayat Muslim)

Muslimah adalah adalah madrasah/ Sekolah pertama bagi anak-anaknya.

Kesimpulan

Menurut Ilmuwan

Merasa tua, malah membuat manusia malas berpikir.

Sebaliknya, Rajin membaca, berfikir dan melakukan kegiatan justru membuat awet muda.

Semoga kita tetap "awet muda" dengan giat membaca, berfikir dan giat berdakwah. aamiin

Senin, 16 Agustus 2010

menu MOBIL KLINIK KEMBALI BERAKSI DI MAKASSAR


16-Agustus-2010 MAKASSAR. Mobil Klinik Keliling hasil kerjasama Indosat dengan Rumah Zakat Makassar kembali menggelar program Senyum Sehat untuk warga Makassar, Senin (16/8) . Kegiatan ini dilaksanakan di Jl. Barawaja II, Kel. Pampang, Kec. Panakukang.

Dalam aksinya, Mobil Klinik mengadakan pemeriksaan kesehatan umum dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita. Acara berlangsung pada pukul 09.30-12.30 WITA. Antusiasme warga pun mewarnai Aksi Siaga Sehat ini.

Mereka langsung berdatangan dan menunggu sampai Tim Aksi Mobil Klinik selesai mempersiapkan segala perlengkapannya. Warga pun dengan tertib mengikuti segala arahan dalam proses pelayanan. Total penerima manfaat pada aksi kali ini berjumlah 72 orang, baik balita, dewasa maupun lansia.***

http://www.rumahzakat.org/detail.php?id=7066&kd=HE

Kamis, 12 Agustus 2010

RUH RAMADHAN DALAM KELAHIRAN BANGSA


Oleh: Muhammad Haden Aulia Husein

“Allahu Akbar….Allahu Akbar…. Allahu Akbar,” itulah sekiranya pekikan yang di gaungkan Bung Tomo tanggal 10 November 1945, di sela-sela pidato penyemangatnya di Radio RRI Surabaya yang mampu memecut semangat arek-arek Suroboyo untuk menyambut serangan dari sekutu yang membonceng tentara Belanda.

Peperangan yang disebabkan tewasnya Jendral Malaby dari sekutu laknatullah ‘alaih di mana tidak pernah ada jendral sekutu di perang dunia II saat itu yang terbunuh, melainkan di bumi nusantara. Kisah heroik yang harusnya menjadi pembelajaran yang penting bagi pemuda-pemuda Islam yang sekarang lebih sibuk dengan dugem, happy hour, narsis dan lain sebagainya.

Di detik-detik Ramadhan yang terus berdenting, banyak manusia terutama pemuda yang menyisihkan waktu hidupnya untuk ikhlas berjuang untuk orang lain. Mungkin, kita hanya mampu melihatnya di layar kaca itu pun karena ada pujian dan hadiah yang diberikan oleh stasiun TV atau sponsor acara tersebut. Sejatinya, kita sebagai anak bangsa harus mampu bekerja produktif dengan ikhlas sebagai pondasi dasar perjuangan di pelbagai kehidupannya.

Slogan yang di lontarkan Bung Karno sebagai founding father kita yaitu “JAS MERAH” (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah) merupakan ungkapan yang tepat bagi merevolusi gaya berpikir pemuda Indonesia saat ini. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah bangsanya sendiri.

Islam pun mengajarkan demikian, yaitu perjuangan atau jihad dimana Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhuma mengartikannya: “Mencurahkan kemampuan karena yakin pada Allah serta tidak takut terhadap celaan orang yang suka mencela.” Karenanya, perjuangan Indonesia bukanlah hal yang biasa tapi hal yang luar biasa karena merupakan kristalisasi dari perjuangan para ulama dan kaum muslimin Indonesia.

Puncak perjuangan muslim Indonesia dalam upaya kemerdekaan Indonesia ternyata sangatlah nyata yaitu pada saat detik-detik proklamasi. Mungkin kita hanya mendengar tentang desakan para pemuda yang menculik Sukarno ke Rengasdengklok agar menyegerakan proklamasi kemerdekaan dari buku-buku sejarah di sekolah. Tapi sesungguhnya, Sukarno tetap tidak berani. Dikarenakan di dorong oleh K.H Hasyim Asy’ari lah akhirnya Sukarno mau memproklamasikan Negara Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 M atau bertepatan dengan 19 Ramadhan 1364 H.

Jelaslah tepat jika Ramadhan adalah Syahrul Jihad atau Bulan Perjuangan, dan sebagai balas jasa kaum muslimin, Sukarno kemudian membangun Mesjid Syuhada di Yogjakarta. Tak hanya itu, pemimpin tentara PETA dari 68 batalyon pada saat itu bukan hanya terdiri dari perwira melainkan para ulama. Jadi, dimanakah anda wahai pemuda Islam? Jika sejarah telah menorehkan tinta kecemerlangan Kemerdekaan negara kita, apa yang kita tunggu untuk membangun bangsa ini menuju keperbaikan yang nyata.

Bukan hanya fisik dan intelektual yang akan kita susun tapi membangun peradaban bangsa dengan memulai membangun ruhiyah dengan terus bersemangat dalam ber-Islam di setiap sendi-sendi kehidupan. Hal ini akan mengantarkan kita menjadi bangsa yang besar yang masyarakatnya mencintai Allah dan Allah pun tentunya akan mencintai kita.

“Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir dan berjihadlah terhadap mereka dengn Al-Qur’an degan jihad yg besar,” (Qs. al-Furqan: 52).

Ingin lihat artikel lainnyaSilahkan Copy linknya:
http://rumahzakat.org/detail.php?id=7048&kd=A

Rabu, 11 Agustus 2010

Janji Aku dan Kamu


Sadarkah anda berapa sering kita berjanji dan berapa sering kita pula tidak menepatinya. Apalagi jika anda ingin menikah akan jelas pula janjinya (Aqad Nikah). Jadi apa anda orang yang hanya berani berjanji tapi tidak berani menepati atau Berani berjanji dan berani pula menepatinya. Jadi akan wajar bagi para orang yang masih bujang patut di curigai sebenarnya seperti yang imam malik katakan: Seorang pemuda yang umurnya sudah mencapai kadarnya. Jika belum menikah ada 2 kemungkinan dirinya yaitu Banyak maksiat atau Impoten.
Karenanya, mari saudaraku kita bernaikan diri untuk berkomitmen karena seperti kisah Rosul kita pun mengajarkan:
An Nadhar bin Harits dan Uqbah bin Abu Mu'ith diutus oleh orang Quraisy untuk menanyakan kepada orang orang Yahudi tentang seorang laki laki yang bernama Muhammad,maka kata para pendeta Yahudi itu : "Tanyakan kepadanya tentang 3 hal :
1.Tentang kisah ajaib pemuda pemuda yang didalam gua.
2.Tentang laki laki petualang yang mengunjungi dari ujung Barat bumi keujung Timur bumi.
3.Tanyakanlah pula tentang Ruh.
Mereka datang kepada Rasul dan bertanya tentang hal itu.Rasul Shallallahu 'alaihi wasallam mengatakan : "Besok akan aku jawab."Turunlah surat Al Kahfi : 23,24.Allah Ta'ala berfirman : "Dan janganlah engkau berkata mengenai sesuatu(yang hendak dikerjakan): "Bahwa aku akan lakukan yg demikian itu,kemudian nanti."Melainkan (hendaklah disertakan dengan berkata): "Insya Allah."Dan ingatlah serta sebutlah akan Tuhanmu jika engkau lupa,dan katakanlah: "Mudah mudahan Tuhanku memimpinku ke jalan petunjuk yang lebih dekat dan lebih terang dari ini."
Mari jangan banyak berfikir terus tapi tunaikan jangan banyak berjanji karena akan diminta pertanggung jawabannya oleh Alloh. Solusinya Berani dengan cara yang benar,Yaitu pemahaman yang baik juga ruhiyah yang mantap. Mari kita berkomitmen dan niatkan bersama-sama

Oleh: M Haden Aulia H

Selasa, 10 Agustus 2010

Hadits Jibril yang Terkenal Berkaitan dengan Ramadhan


Oleh : Abduh Zufidar Akaha



Ini adalah hadits Jibril yang terkenal. Hadits ini sering dijadikan dalil tentang “acara” bermaaf-maafan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Kami sendiri sering mendapatkan pertanyaan tentang hadits ini. Ada juga yang meminta agar kami menampilkan matan hadits ini lengkap dengan takhrijnya. Baiklah, demikian ringkasnya :

Hadits tersebut berbunyi,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَقَى الْمِنْبَرَ ، فََلَمَّا رَقَى الدَّرَجَةَ الْأُوْلَى قَالَ آمِيْنَ ، ثُمَّ رَقَى الثَّانِيَةَ فَقَالَ آمِيْنَ ، ثُمَّ رَقَى الثَّالِثَةَ فَقَالَ آمِيْنَ ، فَقَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ سَمِعْنَاكَ تَقُوْلُ آمِيْنَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ، قَالَ لَمَّا رَقَيْتُ الدَّرَجَةَ الْأُوْلَى جَاءَنِي جِبْرِيْلُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ شَقِيَ عَبْدٌ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَانْسَلَخَ مِنْهُ وَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ ، فَقُلْتُ آمِيْنَ ، ثُمَّ قَالَ شَقِيَ عَبْدٌ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ ، فَقُلْتُ آمِيْنَ ، ثُمَّ قَالَ شَقِيَ عَبْدٌ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ وَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ ، فَقُلْتُ آمِيْنَ .



Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam naik ke atas mimbar. Ketika menginjak anak tangga pertama, beliau berkata, "Amin." Kemudian saat sampai di anak tangga kedua, beliau berkata, "Amin." Lalu, pada anak tangga ketiga, beliau berkata lagi, "Amin."
Mereka (para sahabat) pun bertanya, "Wahai Rasulullah, kami mendengar engkau mengucapkan 'Amin' tiga kali."
Beliau berkata, "Pada waktu aku naik anak tangga pertama, Jibril mendatangiku. Dia mengatakan; ‘Celaka seorang hamba yang mendapatkan Ramadhan tetapi dia tergelincir dan tidak diampuni dosanya.’ Aku pun berkata; Amin.
Kemudian, Jibril berkata; ‘Celaka seorang hamba yang mendapatkan kedua orangtuanya atau salah satunya, tetapi tidak membuatnya masuk surga.’ Aku pun berkata; Amin. Lalu, Jibril berkata; ‘Celaka seorang hamba yang disebut namamu di sisinya, namun dia tidak bershalawat kepadamu’. Aku pun berkata; Amin.”

• Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Hakim dalam Al-Musradrak, nomor 7365, dari Ka’ab bin Ujrah Radhiyallahu ‘Anhu. Dia berkata, “Hadits ini shahih sanadnya, tapi tidak dikeluarkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.”

• Hadits Al-Hakim ini dishahihkan (shahih li ghairih) oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, nomor 1677.

• Imam Al-Bukhari juga meriwayatkan hadits ini dalam Al-Adab Al-Mufrad, nomor 644 dan 646. Yang pertama dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘Anhu, dan yang kedua dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu. Jadi, hadits ini ada dua dalam Al-Adab Al-Mufrad.

• Untuk hadits Jabir, Al-Albani mengatakan; shahih. Sedangkan untuk hadits Abu Hurairah, Al-Albani mengatakan; hasan shahih.

• Imam Ath-Thabarani meriwayatkan hadits ini dalam Al-Mu'jam Al-Kabir (15647) dari Ka'ab bin 'Ujrah.

• Imam Al-Haitsami menshahihkan hadits Ath-Thabarani dalam Majma' Az-Zawa`id (17317). Kata Al-Haitsami, "Diriwayatkan Ath-Thabarani dengan rijal yang tsiqah."

• Ath-Thabarani dalam Al-Kabir (16004) & Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya (410) meriwayatkan hadits ini dari Malik bin Al-Huwairits Radhiyallahu ‘Anhu.

• Untuk hadits Malik bin Al-Huwairits ini, Al-Haitsami mendha'ifkannya dalam Al-Majma' (17318). Dia berkata, "Diriwayatkan Ath-Thabarani, namun dalam sanadnya terdapat Imran bin Aban yang ditsiqahkan Ibnu Hibban, tapi didha'ifkan oleh banyak orang. dan para perawi lainnya tsiqah."

• Adapun Al-Albani mengatakan hadits Malik ini sebagai; shahih li ghairih, dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib (996).

• Untuk hadits Abu Hurairah, selain diriwayatkan Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad, juga diriwayatkan Al-Bazzar dalam Musnad-nya (1256) dan Ibnu Khuzaimah dalam shahih-nya (1781).

• Hadits Abu Hurairah ini didha'ifkan Al-Haitsami dalam Al-Majma' (17319). Dia berkata, "Diriwayatkan Al-Bazzar dan dalam sanadnya terdapat Katsir bin Zaid Al-Aslami, dia ditsiqahkan oleh sejumlah imam, tapi dalam dirinya ada kedha'ifan. Adapun para perawi lainnya tsiqah."

• Hadits Jibril yang diriwayatkan dari Abu Hurairah inilah yang banyak dianggap dha’if oleh sebagian kalangan, karena memang ada sedikit kelemahan di dalam sanadnya. Namun demikian, dalam Tahqiq Adabul Mufrad, Al-Albani mengatakan hadits ini; hasan shahih. Sedangkan dalam kitab Tahqiq Fadhlu Ash-Shalati 'Ala An-Nabiyy, Al-Albani berkata; sanadnya hasan.

• Jadi, secara umum, hadits ini adalah shahih. Ia diriwayatkan dari sejumlah sahabat dan dari banyak jalur. Kelemahan sanad riwayat dari Abu Hurairah tidak mempengaruhi keshahihan hadits senada yang diriwayatkan dari sejumlah sahabat lain.

• Oya, sekadar tambahan, hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Syahin dalam Fadhlu Syahri Ramadhan, hadits nomor 7 dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu RA; dan Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir, hadits nomor 12386 dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma.

Wallahu a’lam bish-shawab.
  • Berkumpul aneka ragam warna-warni itu lebih banyak disukai dari pada tersendiri, dan itu menunjukan sinergitas, ..
  •