Minggu, 27 Februari 2011

Lebih Dari Sekedar Persahabatan


“ Harapan itu adalah : hendaknya anda menyertai kami dengan jasad anda, jiwa anda, hati anda dan akal anda”
( Abdulloh AbdurRobbiRosul Sayyaf: Akhy Al Muslim)

Eksistensi komunitas dari khalayak dunia yang ramai telah hadir untuk mengartikan nilai dan norma dalam persepsi mereka sendiri. Kejadian pergulatan kelompok ini pastilah saling terkait, baik ketersesuain dengan visi individual di dalamnya bahkan tujuan bersama mereka. Suasana bathiniah yang rumit terkadang hanya mengantarkan suatu kumpulan masyarakat tersebut dengan superioritas untuk peremehan individu maupun kelompok lain yang bersebrangan. Akumulasi itu menghasilkan perinduan terhadap keproduktifitasan kelompok yang terarah dan benefit jelas secara keimanan dan pemikiran yang sangatlah tinggi.

Dalam suatu konsep penyatuan kesetujuan, tentulah antar individu dalam suatu ikatan organisasi maupun komunitas mengawalinya dari kesamaan identitas. Baik sekedar berkenalan dengan yang tak dikenal hingga kepentingan golongan yang menyetir kemauan individual. Singkat kata, Kelompok yang anggotanya merasa terikat dan saling kebergantungan diantara mereka, adalah suatu awal positif untuk keberlangsungannya.

Persahabatan merupakan salah satu metode klasikal dalam pergumulan interaksi sosial dalam sejarah kehidupan. Ia menekankan aspek hubungan anterpersonal untuk penyuaraan komunikasi efektif yang ingin dicapainya. Karena nilai yang dikandung lebih bernuansa personal dan menyokong suasana hati bagi pelakunya. Motif utama yaitu hubungan lama (perkenalan yang lama) akan membentuk motif lain yang mampu berkembang berbalut kepercayaan di keseharian. Persahabatan ini bukanlah tanpa cacat atau luka yang memungkinkan seseorang dalam posisi nyaman selalu. Ia sangat membuka peluang bagi permusuhan yang mendalam di tiap komunikasi hariannya yang berjalan seperti kebohongan yang akut, melegalkan pelalaian janji bahkan hubungan cinta nafsu yang berkelambu persahabatan itu sendiri. Hal-hal tersebut yang mengindikasikan bahwa persahabatan pastilah masih menyisakan nilai egoisme pribadi di rimba interaksinya.

Islam yang merupakan Agama rahmatan lil ‘alamin. Telah melahirkan suatu konsepsi penting tentang hubungan spesial manusia dengan manusia yang lain, yang bukan kaitannya dengan percintaan kekasih maupun tuntutan persaudaraan keturunan (saudara sedarah/ senasab). Konsepsi penaungan hubungan antarpersonal yang paling kuat dan paling mahal, yang lebih dari sekedar persahabatan. Yaitu persaudaraan berdasarkan hati dan ruh dengan tali Aqidah Islam dimana persaudaraan ini bernama ukhuwah. Dimana, hubungan yang dibangung adalah menggunakan komunikasi keimanan yang derajat cinta terendahnya adalah tidak berburuk sangka kepada muslim lainnya dan yang paling tinggi adalah itsar, yaitu mendahulukan kepentingan saudaranya daripada kepentingan dirinya sendiri.

Suara merdu persaudaraan ini sepatutnya didominasi oleh suasana bening, Dengan kelapangan hati dan rasa kebersamaan yang lebih. Seperti yang disampaikan Hasan Al Banna,
“Saudara yang lurus memandang para saudaranya lebih utama daripada dirinya sendiri. Karena seandainya ia tidak bersama mereka, maka ia tidak akan bersama siapa-siapa. Sebaliknya bila mereka tidak bersamanya, maka mereka akan dapat bersama orang lain”

Betapa bahagianya diri kita jika memiliki hal ini. Karena hubungan yang lebih dari sekedar persahabatan ini akan dengan mudah mentautkan kembali hati yang berselisih, jiwa yang sempat membenci, dengan daya dobrak bernama rasa cinta karena iman yang berarti kecintaan kepada orang lain berdasarkan kecintaannya karena Alloh yang mempadukan hati-hati, jiwa-jiwa dan fikiran-fikiran mereka yang berbeda. Sehingga apapun yang mereka harapkan, kelak menjadi langkah besar yang berarti bagi kehidupan karena harapan mereka adalah harapan yang berasal dari satu fokus yaitu Islam.

“ Mereka orang-orang yang saling mencintai dengan Ruh Alloh, bukan karena hubungan sedarah atau kepentingan memperoleh kekayaan. Demi Alloh, wajah-wajah mereka cahaya. Mereka takkan merasakan ketakutan ketika banyak orang ketakutan dan tidak akan bersedih bila ummat manusia bersedih” (H.R. Ahmad)

Sebuah pengharapan atas lahirnya BLOOFERS...
Semoga kelak menjadi sarana konstruktif bagi dunia komunitas dengan persaudaraan sebagai pijakan...

Terimakasih atas KOPDAR-nya semoga Alloh mentautkan hati kita kembali dalam forum yang Alloh Ridhoi...

Senin, 25 Oktober 2010

Makhluk Hebat itu Adalah Wanita



“ Aku tidak peduli pada jumlah mereka yang banyak, di tanganku pun ada pedang yang tajam ”

itulah ungkapan Zainab Putri Rosululloh SAW tercinta yang telah dikepung oleh kaum musyrikin Quraisy yang menghalanginya keluar Mekkah. Tidak ada setitikpun keraguan maupun ketakutan dari kata yang terlontar dari lisannya, membuktikan betapa keimanan telah menghujam kuat di ruh dan sekujur tubuh serta fikiran sehingga meluapkan keberanian yang tak akan terbendung dengan kekuatan apapun. Itulah ia, sebagai salah satu contoh wanita pemberani yang Alloh lahirkan dengan penuh kemuliaan yang menghiasinya. Wanita yang diidentikkan dengan makhluk lemah, sebenarnya sangatlah berpengaruh kuat terhadap tumbuh kembangnya suatu keluarga, bangsa bahkan agama sekalipun. Makhluk yang mampu menerbitkan fajar baru bagi peradaban dunia sehingga ia menempati tempat yang khusus dan mulia di ‘ Dien ‘ ini “ sebagai tiang Agama”.

Tegarnya Asyiah, istri Fir’aun yang tetap kuat aqidahnya di kala siksaan pedih fir’aun yang ingin diakui sebagai Tuhan di hempaskan mentah-mentah olehnya dengan mengatakan “engkau hanyalah makhluk ciptaan Alloh, Sesungguhnya aku hanya beriman kepada Alloh ” adalah hal lain yang tak terbantahkan. Sehingga Rosululloh SAW tercinta berkata tentangnya “ Wanita-wanita terbaik sepanjang sejarah adalah Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid, Fahtimah binti Muhammad, dan Asiyah, Istri Fir’aun ”. Ini adalah bukti persetujuan dan pengakuan Nabi, betapa mulianya Asyiah, yang mampu berkata “ tidak “ ketika wanita yang lain berkata “ iya “.

Di masa kini, sungguh suatu hal yang mungkin sulit menemukannya akan tetapi sebenarnya ia tetaplah ada. Ia mawar terpilih diantara jutaan bunga harum yang bermekaran di taman. Hingga dikisahkan seorang nama dalam sejarah perjuangan Indonesia, mu’minah sejati bernama Raden Ajeng Kartini. Betapa teguh pendiriannya sebagai seorang muslimah yang memiliki pemahaman yang baik setelah ia pernah terpuruk sebelumnya karena hasutan misionaris. Ia torehkan dalam tinta penuh keberanian di suratnya.

” Bagaimana pendapatmu tentang Zending (misi penyebaran agama Kristen), jika bermaksud berbuat baik kepada rakyat Jawa semata-mata atas dasar cinta kasih, bukan dalam rangka Kristenisasi bagi orang Islam, melepaskan kepercayaannya sendiri dan memeluk agama lain merupakan dosa yg sebesar-besarnya. Pendek kata, boleh melakukan zending, tetapi janganlah meng-kristen-kan orang lain. Mungkinkah itu dilakukan ? “ (kepada E.C Abendanon, 31 january 1903)

Itulah mereka wanita-wanita syurga. Untaian nama dikisah mereka selalu menjadi bagian terbaik dalam sejarah. Tertulis dengan jelas, sejelas pahatan mengukir diatas batu cadas yang terlihat kokoh dan takkan terhapus alam. Sehingga yang dikhawatirkan Rosululloh tidaklah terjadi:

"Wahai kaum wanita! Bersedekahlah kamu dan perbanyakkanlah istighfar. Karena, aku melihat kaum wanitalah yang paling banyak menjadi penghuni Neraka." (H.R Muslim)

Akhwati fillah Rohimakumulloh, Sesungguhnya Engkau adalah bara yang akan terus mengobarkan semangat suami dikala menjadi bidadari dirumah dan penjaga aib serta harta suami. Menjadi cahaya penyejuk dikala kelelahan menjangkiti perjuangan lelaki halalmu tersebut. Dan tidak berhenti disitu, engkau merupakan energi abadi ketika pria sejatimu lemah sehingga ia kuat kembali dengan semangat be-ratus kali lipat dengan sedikit nasehat bahkan hanya semudah sunggingan senyum sekalipun. Itu semua bisa terjadi andai engkau memahami bahwa lahirnya jundi-jundi dakwah unggulan itu di tangan kalian.

Rabu, 20 Oktober 2010

Kualitas Suami Masa Depan


VIVAnews - Tidak peduli bagaimana sifat dan kepribadian pria, ada karakteristik tertentu yang harus ia miliki untuk menjadi suami yang berkualitas di masa depan. Bagi Anda yang belum menikah, segera cek apakah pasangan saat ini memiliki kriteria sebagai suami berkualitas di masa mendatang.

Berikut ciri-ciri pria yang pantas untuk Anda jadikan pasangan hidup, seperti dikutip dari laman Shine:

Jujur

Memiliki pasangan yang jujur bisa memberikan ketenangan batin. Jangan sampai kekasih yang akan dijadikan suami menyimpan rahasia dari Anda. Keterbukaan adalah kunci keharmonisan dalam rumah tangga.

Selalu Memberikan Dukungan


Dukungan dari kekasih adalah penyemangat hidup seseorang. Begitupula jika dia telah menjadi suami di masa depan. Suami yang selalu memberikan dukungan pada istrinya bisa menjadi kunci pernikahan berhasil.

Punya kepribadian menyenangkan

Apakah calon suami punya selera humor yang baik, atau tidak mudah diajak bercanda? Ia adalah orang yang akan menemani Anda menghabiskan sisa hidup. Jika Anda tidak menikmati kebersamaan dengannya sekarang, 10 atau 20 tahun lagi hubungan Anda bisa makin hambar. Pernikahan selalu diwarnai suka dan duka, tapi setidaknya ada saat-saat tertentu pasangan bisa membahagiakan Anda.

Pekerja keras

Tugas seorang pria adalah mencari nafkah untuk keluarganya. Meski saat ini kebanyakan wanita juga berkarier untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga, seorang pria tetap memikul tanggung jawab utama untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Pria yang malas dan bukan tipe pekerja keras hanya akan membuat rumah tangga Anda terpuruk. Untuk itu, cobalah selektif dalam memilih suami. Tapi, bukan berarti Anda hanya mengharapkan pria kaya untuk dijadikan pasangan hidup. Cari pria yang mau bekerja keras untuk keluarganya.

Mencintai apa adanya

Mencintai segala kekurangan yang ada pada diri seseorang akan lebih baik daripada mencintai kelebihannya. Jika pria menyukai wanita dari kecantikannya, suatu saat rasa cintanya bisa saja pudar seiring dengan pudarnya kecantikan Anda. Namun, jika dia bisa menerima segala kekurangan Anda, dialah calon suami yang tepat untuk Anda pilih.
  • Berkumpul aneka ragam warna-warni itu lebih banyak disukai dari pada tersendiri, dan itu menunjukan sinergitas, ..
  •