Senin, 30 Agustus 2010

Hukum Mengeluarkan Zakat Fitrah dengan Uang :


1.. Hasan Al-Basri, diriwayatkan darinya bahwa dia berkata, " Tidak mengapa memberikan uang-uang dirham di dalam zakat fitrah. ( Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, vol. III, hal.174 )
2.. Abu Ishaq AS-Subai'i, ( Penghafal hadis, Syaikh Kufah, Tokok Tabi'in terkemuka ) meriwayatkan dari Zuhair bahwa dia berkata, aku mendengar Abu Ishaq berkata, " Aku berjumpa dengan mereka dan mereka memberikan uang uang dirham pada zakat fitrah dengan senilai makanan.
3.. Umar bin Abdul Aziz meriwayatkan dari Waki' dari Qurrah bahwa dia berkata, " Sampai kepada kami surat dari Umar bin Abdul Aziz tentang zakat fitrah, " Satu sha / 2.7 liter atas setiap orang atau nilainya setengah dirham". ( Abdurrazzaq, Mushannaf Abdurrazzaq, vol. II, hal. 316 ).
4.. Ini juga pendapat Sufyan Ats-Tsauri, Abu Hanifah dan Abu Yusuf.
5.. Pendapat ulama Mahzab Hanafi.
6.. Pendapat sekelompok ulama Mahzab Maliki, seperti : Ibnu Habib, Ashbag, Ibnu Abi Hazim, Ibnu Dinar ( Ahli fiqih dan ibadah ) dan Ibnu Wahab ( Ahli hadis )


Pendapat sekelompok besar imam, kalangan tabi'in dan para ahli fiqih umat ini yang berpendapat boleh mengeluarkan nilai harga zakat fitrah dalam bentuk uang, padahal ketika itu system barter masih berlaku.

Menurut Syek Ali Jum'ah ( Mufti Mesir ) mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk uang lebih utama, karena memberikan kemudahan bagi orang fakir untuk membeli apa saja yang ia inginkan pada hari raya.

Sebab kadang-kadang dia tidak membutuhkan beras, tetapi lebih membutuhkan pakaian-pakaian, daging, atau selain itu.

Prinsip dasar yang menjadi alasan disyariatkannya zakat fitrah adalah kemaslahatan orang fakir dan mencukupkan kebutuhannya pada hari raya.

Selasa, 24 Agustus 2010

JAKBAR; TIGA PENYALURAN SEKALIGUS


25-Agustus-2010

JAKARTA. Rumah Zakat Jakarta Barat melakukan tiga penyaluran paket Ramadhan sekaligus di hari yang sama, Selasa (24/8). Sebanyak 300 paket Berbagi Buka Puasa dan 20 paket Syiar Qur’an diserahkan oleh Pras Purworo selaku Member Relationship Officer.

Paket Ramadhan tersebut disalurkan kepada masyarakat kurang mampu dan buta huruf al-Qur'an di sekitar mesjid tertua di Kebon Jeruk yaitu Mesjid Assurur yang berdiri sejak tahun 1838. Penyaluran yang beralamat di Jl. Raya Kebon Jeruk No. 29 RT 09/RW 01 ini disambut dengan antusiasme warga. “Alhamdulillah, saya akan mempergunakannya untuk belajar membaca Al-Qur’an,” ujar Nuni, salah satu penerima manfaat paket Syiar Qur’an.

Di lain tempat, Suheri, Member Relationship Officer Rumah Zakat Jakarta Barat pun menyalurkan 20 paket Bingkisan Keluarga Jompo dan Pra Sejahtera yang berlokasi di Jl.Muara 1 RT 01/RW 03, Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa. "Alhamdulillah, saya senang sekali mendapat bingkisan jompo ini, terimakasih kepada Rumah Zakat dan para donatur, sukses untuk Rumah Zakat," ucap Jaka (80).

Hingga Senin (23/8), Rumah Zakat berhasil menyalurkan 29.611 paket Berbagi Buka Puasa, 1.140 paket Bingkisan Keluarga Jompo dan Pra Sejahtera serta 718 paket Syiar Qur’an yang di sebar ke beberapa titik. ***

http://www.rumahzakat.org/detail.php?id=7110&kd=B

Senin, 23 Agustus 2010

Bahaya Es Teh Bagi Ginjal


VIVAnews - Siapa tak suka minum es teh? Rasanya yang manis menyegarkan, berpadu dengan harga murah membuat es teh menjadi minuman favorit di segala suasana, termasuk saat berbuka puasa.

Popularitas es teh terbukti dengan kehadirannya di hampir semua tempat makan, mulai dari kelas warung hingga restoran mahal. Mungkin banyak yang setuju dengan jargon es teh kemasan, "Apapun makanannya, minumnya tetap es teh."

Tapi tahukah Anda, di balik kenikmatannya, es teh menyimpan potensi merugikan bagi kesehatan. Penelitian Loyola University Chicago Stritch School of Medicine mengungkap bahwa konsumsi es teh berlebih meningkatkan risiko menderita batu ginjal.

Seperti dikutip dari laman Times of India, es teh mengandung konsentrasi tinggi oksalat, salah satu bahan kimia kunci yang memicu pembentukan batu ginjal. "Bagi mereka yang memiliki kecenderungan sakit batu ginjal, es teh jelas menjadi minuman terburuk," kata Dr John Milner, asisten profesor Departemen Urologi, yang tergabung dalam penelitian.

Milner mengatakan, teh panas sebenarnya juga menyimpan efek buruk yang sama. Hanya, takaran penyajian teh panas biasanya lebih kecil. Logikanya, orang meminum teh panas tak akan sebanyak minum es teh. Jarang orang yang mengonsumsi teh panas saat haus. Berbeda dengan es teh, di mana banyak orang sanggup meminumnya lebih dari segelas saat haus dan udara panas.

Pria, wanita posmenopause dengan tingkat estrogen rendah, dan wanita yang pernah menjalani operasi pengangkatan indung telur paling rentan terpapar dampak buruk es teh. Oleh karenanya, Milner menyarankan, mengganti konsumsi minuman itu dengan air putih, atau mencampurnya dengan lemon. "Lemon kaya kandungan citrates, yang dapat menghambat pertumbuhan batu ginjal," kata Milner.

Batu ginjal adalah kristal kecil yang terbentuk dari mineral dan garam yang biasanya ditemukan dalam air seni, ginjal atau saluran kemih. Mineral tak terpakai itu umumnya bisa keluar dari tubuh bersama urin, tapi dalam kondisi tertentu bisa mengendap dan membatu di dalam saluran kemih.

Peneliti juga mengungkap sejumlah makanan lain yang berpotensi menyimpan efek buruk. Mereka menyebut antara lain: bayam, cokelat, kacang-kacangan, garam, dan daging.

Sebaiknya, konsumsi es teh dan makanan-makanan itu secara moderat demi kesehatan ginjal. Padukan pula dengan makanan tinggi kalsium yang dapat mereduksi oksalat. Dan, tentu saja perbanyak minum air putih.

  • Berkumpul aneka ragam warna-warni itu lebih banyak disukai dari pada tersendiri, dan itu menunjukan sinergitas, ..
  •